Photoelectric sensor adalah sensor yang bekerja dengan prinsip seperti transistor sebagai saklar. Sensor ini bekerja akibat adanya aktifitas atau pergerakan dari suatu cahaya. Energi cahaya akan diubah menjadi suatu sinyal listrik.
Terdapat 3 jenis photoelectric sensor yaitu :
- Through Beam
Transmitter dan Receiver ditempatkan secara berhadapan dan terpisah. Sensor aktif ketika terjadi pemotongan sinar oleh objek antara transmitter dan receiver sehingga receiver kehilangan cahaya sesaat. Jenis photoelectric ini memiliki distance paling panjang dari jenis lainnya.
- Retro reflector
Transmitter dan receiver ditempatkan secara bersamaan dan membutuhkan suatu reflector untuk pengoperasiaannya. Obyek terdeteksi karenan memotong cahaya antara sensor dan reflector sehingga receiver tidak menerima cahaya.Photocells ini memungkinkan jarak sensing lebih jauh. Dengan adanya reflector sinar yang dipancarkan akan dipantulkan sepenuhnya ke receiver.
- Diffuse
Transmitter dan receiver ditempatkan secara bersamaan dan menggunakan cahaya yang dipantulkan langsung dari objek untuk melakukan deteksi. Pemilihan photosensor jenis ini harus mempertimbangkan warna dan tipe permukaan objek (kasar, licin, buram, terang). Dengan permukaan buram, jarak sensing akan sangat dipengaruhi oleh warna objek. Warna-warna terang berpengaruh terhadap jarak sensing maksimum dan warna gelap berpengaruh terhadap jarak sensing minimum.